Polisi Datangi Kediaman Pemilik Mobil Yang Nekat Terobos Petugas

 

 

Zombiedefense.org – Pihak kepolisian melacak pengemudi mobil yang berani menerobos ketika Operasi Zebra yang dilakukan di Tangerang. Kediaman pemilik mobil didatangi agar memperoleh kejelasan mengapa berani menerobos serta akan penindaklanjutan kasus tersebut.

“Anggota hari ini baru datang ke rumah tempat pemilik kendaraan tersebut. Alamatnya berdasarkan data dari nomor polisi pemobil,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra.

Dua juga mengungkapkan polisi akan tetap menyidiki alasan pengemudi menerobos jajaran polisi yang tengah melakukan Operasi Zebra. Tidak hanya itu, penyidik juga akan melakukan pengecekan apakah pengendara juga merupakan pemilik mobil.

“Permasalahannya apa kita telusuri dulu,” ungkap Halim.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang tersebar di media sosial tampak sebuah mobil berplat nomor B-1021-BZW berwarna putih. Pada postingan beberapa akun juga tertulis kejadian tersebut terjadi ketika polisi sedang melakukan Operasi Zebra di daerah Tangerang.

Mulanya, terdapat empat anggota polisi yang menyetop mobil tersebut. Bahkan pada bagian depan mobil terdapat cone untuk memberhentikan mobil dan menjadi tanda supaya berhenti. Tetapi, pengemudi tetap nekat menghadangnya.

Pengemudi secara perlahan memajukan mobilnya untuk menerobos sampai akhirnya petugas gabungan mengetuk kaca mobil supaya pengemudi untuk keluar dari mobil dan tidak memajukan kendaraannya.

Korban Ledakan Pabrik Kosambi Digaji 40 Ribu Perhari

 

 

 

 

Zombiedefense.org – Seorang korban ledakan pabrik kembang api di Kosambi, Kabupaten Tangerang bernama Epih binti Udin (15) yang telah putus sekolah ketika SMP. Korban telah bekerja di pabrik tersebut dengan gaji hanya Rp. 40 ribu setiap harinya.

“Dia memang putus sekolah ya, nganggur. Mungkin ada yang ngajak temannya, temannya itu korban juga namanya Surnah (14),” ungkap paman Epih, Suwandi, di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dia mengungkapkan mulanya pihak keluarga tidak tahu bahwa Epih kerja di pabrik tersebut, keluarga baru tahu setelah beberapa lama. Suwandi juga mengatakan Epih baru kerja kurang lebih selama dua minggu. Epih juga mengeluh ingin keluar dari kerjaan karena diberi upah hanya sebesar Rp 40.000 perhari.

“Ya mungkin karena gajinya kecil, kalau nggak salah Rp 40.000 sehari. Dia dibayarnya per minggu,” katanya.

Suwandi mengatakan Epih bekerja mulai dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Dia merupakan anak pertama dan mempunyai seorang adik erumur 10 tahun. Sedangkan orang tuanya merupakan seorang karyawan di sebuah pergudangan di Jatimulya dan ibunya bekerja di pergudangan daerah Kosambi.

Suwandi mengungkapkan jenazah keponakannya akan segera dimakamkan malam ini juga di TPU terdekat di Kosambi Tangerang.

“Rencana langsung dari sini langsung dimakamkan, cuma dimakamkan di TPU tanah keluarga di daerah Kosambi,” ungkapnya.

Tiga Anak Tenggelam Terbawa Arus Deras Sungai Cisadane

 

 

Zombiedefense.org – Tiga orang anak tenggelam ketika berenang di Sungai Cisadane Pintu Air 10, Neglasari, Kota Tangerang, Banten. Ketiganya diduga terbawa arus sungau yang deras ketika pintu ait dibuka sebab debit air mengalami peningkatan.

Mulanya, tiga bocah yang ditaksir baru berumur 13 tahun itu berenang dengan dua temannnya pada Minggu, 22 Oktober 2017. Tetapi, karena terlalu lelah berenang melawan arus yang begitu deras kemudian terbawa arus sungai dan tenggelam.

Seorang saksi mata bernama Sartono, mengungkapkan dirinya melihat lima anak tengah asyik mandi di pinggir sungai ketika dirinya sedang memancing.

“Saya lagi mancing seperti biasa, terus lihat itu lima bocah lagi pada mandi-mandian. Nah, terus mereka pada lari ke bebatuan di sana pas di tengah sungai,” ungkap Sartono.

Sartono juga mengatakan pada pukul 15.00 WIB lima anak tersebut berupaya menyeberang sungai melalui bebatuan. Tetapi, saat tengah berada di tengah-tengah kelima anak tersebut terjatuh.

Ketika kelima anak tersebut terjatuh ke sungai, Sartono mengungkapkan dua dari lima anak tersebut berhasil menyelamatkan diri.

“Pas pada kecebur jadi mereka sambil mandi di tengah itu, karena arus deras kelimanya tercebur. Yang dua berhasil nyeberang dan salah satu dari dua anak yang selamat berusaha menolong temannya, tapi tidak berhasil. Dua yang selamat mengaku warga Kotabumi,” kata Sartono.

Keluarga ketiga korban serta pihak penyidik Polsek Neglasari serta Basarnas Kota Tangerang sampai saat ini masih mencari ketiga anak tersebut.

Disamping itu, Penjaga dan pengawas pintu air 10, Rano mengungkapkan ketika kejadian tiga pintu air tengah dibuka untuk mengalirkan air. Rano mengaku tidak tahu bila ada korban tenggelam di sungai.

“Tiga pintu lagi dibuka pas dengar ada yang tenggelam ditutup dua pintu, dan pada saat kejadian debit air sedang berada di angka 3.180 kubik dari tiga pintu air yang dibuka,” kata Rano.