Pihak Keluarga Menuntut M Taufik Dihukum Sepadan

Zombiedefense.org – Kasus pembunuhan anak kembali terjadi, kini kasus itu terjadi di Cirebon dengan pelaku seorang ayah yang tega membunuh anaknya sendiri yang masih balita.

Menurut informasi yang dihimpun dari kepolisian pelaku bernama M Taufik dengan tega membunuh bayinya Kaisar Alfikar menggunakan racun. Kini jenazah Kaisar Alfikar sudah di bawa ke rumah duka di Desa Kompa, Sukabumi. Mendengar kabar ini pihak keluarga sangat dikejutkan, terlebih kakek dari bayi Kaisar Alfikar.

“Dia tega membunuh Kaisar dengan cara yang sadis, kami meminta kepada polisi agar dia dihukum seberat-beratnya. Kami sudah tidak sudi lagi melihat wajahnya,” tutur kakek korban Iwan (45), di rumah duka, Kampung Cijambe RT 12 RW 04, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (7/1/2018) malam.

Kaisar Alfikar yangt diketahui hidup bersama kakek dan neneknya, tiba-tiba dibawa oleh ayahnya ke Cirebon pada Kamis (4/1). Itu merupakan hari dimana Iwan terakhir kali melihat wajah cucunya.

“Saya nggak tahu kenapa dia tega berbuat seperti itu, keluarga di sini tahunya dari televisi. Makanya saya langsung ke Cirebon buat membawa jasad cucu saya,” kata Iwan.

Dari informasi kepolisian, Taufik membubuh Kaisar dengan cara memberikan racun tikus didalam susu. Sebelum kejadian ini terjadi ternyata Taufik pernah mengatakan akanj membunuh anaknya jika tidak mendapat uang dari istrinya.

“Taufik minta uang ke istrinya dan mengancam jika tidak diberikan akan membunuh anaknya,” ungkap Kasatreskrim Polres Cirebon, AKP Reza Arifian ketika dihubungi detikcom melalui telepon selularnya Sabtu (6/1).

Menyusul kejadian ini, polisi melakukan olah tkp dan menemukan barang yang digunakan pelaku seperti botol susu, botol kemasan air meniral, dua bungkus racun tikus, sebungkus susu bayi, satu mangkok dan garpu.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Sebut Pelapor Anies Belum Move On

 

 

Zombiedefense.org – Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, M Taufik mengungkapkan kelompok yang melaporkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kepada Bareskim Polres belum bisa menerima.

“Itu orang belum move on. Sudah ngapain. Masak tidak sadar-sadar. Ini rakyat Jakarta yang pilih Pak Anies,” ungkap M Taufik.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilaporkan oleh Organisasi Banteng Muda Indonesia (BMI) kepada Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/10/2017) malam.

Gubernur DKI Jakarta itu dilaporkan mengenai isi pidatonya setelah dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota tadi malam yang mengungkapkan kata-kata pribumi. Setelah diberi arahan oleh Polda Metro Jaya kemudian BMI melayangkan laporan ke Bareskrim.

Menurut M Taufik, sebagai warha negara yang baik Anies Baswedan akan menaati peraturan hukum.

“Iya tidak proses saja. Pak Anies taat hukum, proses panggil datang. Nanti juga sadar itu dia,” ungkapnya.

Ketika menyampaikan pidato politiknya, Anies menjelaskan sejarah panjang Republik Indonesia yang ada di Jakarta, seperti peristiwa Sumpah Pemuda, perumusan Garis Besar Republik Indonesia sampai proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Anies mengungkapkan tiap sudut di Jakarta tersimpan sejarah, mulai dari zaman Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia sampai Jakarta yang merupakan cerita perkembangan peradaban manusia.

Menurut Anies, usainya penjajahan yang sempat terjadi di Jakarta hingga ratusan tahun harusnya dijadikan sebagai momentum bagi pribumi melakukan pembangunan serta menjadi tuan rumah yang baik.

“Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan (dijajah). Kini telah merdeka, saatnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Anies.

Anies juga mengatakan kemerdekaan Indonesia diambil dengan usaha yang begitu keras hingga alam kemerdekaan harus dirasakan oleh setiap warga negara.