Perampok Ibu-Ibu Babak Belur Dihajar Warga

Zombiedefense.org – Ada saja tingkah laku masyarakat yang meresahkan menjelang lebaran ini. salah satunya yakni perampokan yang terjadi pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB, Rabu (14/6/2017). Warga yang sempat kaget karena dikejutkan oleh suara teriakan seperti orang kesakitan ibu-ibu.

Holiah (58) merupakan korban perampokan yang terjadi di Kampung Pasir Kolotok RT 03 RW 12 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Namun aksi perampokan tersebut berhasil digagalkan oleh warga yang mendengar teriakan Holiah.

Pelaku berhasil ditangkap setelah sebelumnya sempat melukai pemilik rumah menggunakan bata merah.”Saya dan warga curiga, rumah bu holiah jadi korban kejahatan. Kami lalu mengitari rumahnya, betul saja ada orang yang mencurigakan keluar dari halaman belakang rumah beliau kita langsung amankan,” kata Toto Sugiarto (48) ketua RT 03.

Menurut Toto, sebelumnya rumah korban pernah menjadi sasaran aksi perampokan. Dua kali beraksi pelakunya selalu berhasil ditangkap warga. Warga memilih tidak menghakimi pelaku dan menyerahkannya ke aparat kepolisian.

“Dalam setahun ini rumah korban dua kali menjadi sasaran aksi perampokan, tapi pelakunya selalu tertangkap dan kita serahkan ke polisi lebih baik begitu kita percayakan saja prosesnya ke aparat,” lanjutnya.

Korban Holiah diketahui tinggal di rumah yang memang berukuran besar, korban tinggal bersama dua orang anaknya dan berstatus sebagai orang tua tunggal. Satu anaknya sudah berumah tangga sementara satu lagi sudah kuliah.

Saat kejadian, korban baru pulang dari pasar saat masuk kedalam rumahnya korban ditarik dan dibekap pelaku yang kemudian memukul kepala korban menggunakan bata merah.

“Saya terjatuh, kepala sakit karena dipukul saya merangka keluar lalu berteriak minta tolong,” lirih korban. Korban mengaku dibawa warga ke RSUD Sekarwangi Cibadak, dan mendapat penanganan medis.

Peristiwa perampokan tersebut kini ditangani aparat kepolisian dari Polsek Cibadak, Resor Sukabumi. Untuk pelaku hingga saat ini belum diketahui identitasnya.

Semilyar Batang Rokok Diamankan

Zombiedefense.org – Kakanwil Bea dan Cukai Jawa Timur I Decy Arifinsjah berhasil menyita batang rokok sebanyak hampir semilyar batang. Para pelaku menggunakan pita cukai yang sudah pernah dipakai sebelumnya. Selain itu pelaku juga menggunakan cukai palsu dan pita cukai yang bukan peruntukannya.

jumlah batang rokok sebanyak itu disita dari berbagai daerah yakni KPBC Madiun, Pasuruan, Tanjung Perak, Juanda, Gresik, Sidoarjo, Bojonegoro dan diperkirakan mempunyai nilai sekitar Rp 2.998.498.420.

Ribuan batang rokok itu diamankan hasil operasi Patuh Ampadan I yang digelar oleh Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Jawa Timur I. “Dalam operasi Ampadan I ini kami dari Kanwil DJBC Jatim I telah mengamankan enam tersangka, dua dari Pasuruan dan empat dari Gresik,” kata Decy Arifisjah, Rabu (14/6/2017).

Selain mengamankan para tersangka, petugas juga mengamankan empat rim pitai cuakai palsu sebanyak 2.169 lembar senilai Rp 77.688.374.

Atas penindakan di bidang cukai ditindaklanjuti dengan penyidikan, memberikan sanksi administrasi berupa denda, serta dinyatakan sebagai barang milik negara untuk selanjutnya dimusnahkan.

“Tersangkan akan diberikan sanksi denda, serta barang bukti tersebut milik negara selanjutkan akan dimusnahkan,” terangnya.

Dacy Arifinsjah menambahkan untuk empat tersangka yang dari Gresik ini pelimpahan dari Polres Gresik kerja sama dengan Polda Jatim. Dan semua tersangka adalah penjual rokok ilegal. “Empat tersangka dari Gresik ini semuanya adalah penjual rokok ilegal,” jelasnya.

PT KAI Daop 5 Purwokerto Tambah Petugas Jelang Lebaran

Zombiedefense.org – Untuk menghadapi masa jelang lebaran dan arus mudik PT KAI Daop 5 Purwokerto tambah petugas. Para petugas ekstra ini sendiri direkrut dari wilayah mereka masing-masing. Mereka dikontrak selama musim arus mudik Lebaran 2017 dan mulai bekerja pada H-10 hingga H-15.

Petugas ekstra tersebut mempunyai beberapa amanah yang harus dikerjakan diantaranya seperti petugas pemeriksa jalur yang akan ditempatkan diberbagai titik dengan tugas yakni untuk memeriksa penambat atau baut-baut rel kereta api yang mungkin kendur.

Petugas ekstra ini diantaranya Petugas Penjaga Daerah Rawan (PJDR), Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) dan Petugas Penjaga Perlintasan (PJL) di wilayah Daop 5 Purwokerto.

“Penambahan petugas ekstra ini untuk pengamanan perjalanan kereta api dalam rangka masa angkutan lebaran 2017. Seluruhnya tenaga PJL 53 orang dan PJDR 43 orang serta tenaga PPJ ada 46 orang,” kata Humas Daop 5 Purwokerto, Ixfan Hendriwintoko, Rabu (14/6/2017).

Untuk menjadi petugas ekstra selama musim arus mudik lebaran ini kata Ixfan, mereka harus menjalani serangkaian materi mulai dari teori ruang hingga praktek dilapangan. Mereka kemudian diuji untuk dapat mengetahui kemampuan pada tugas yang akan dijalankan.

Para petugas ekstra ini sendiri direkrut dari wilayah mereka masing-masing. Mereka dikontrak selama musim arus mudik Lebaran 2017 dan mulai bekerja pada H-10 hingga H-15.

“Seperti juru periksa jalur, mereka nanti juga akan dibekali sesuai SOP petugas reguler seperti kunci pas atau kunci Inggris, Palu, HT. Mereka harus melaporkan segera jika ada kegiatan yang berpotensi bahaya,” katanya.

Selanjutnya petugas penjaga daerah rawan, untuk wilayah Daop 5 Purwokerto terdapat 3 terowongan yakni Terowongan Ijo, Terowongan Kebasen dan Terowongan Notog serta petugas penjaga perlintasan untuk membantu menjaga perlintasan ketika terjadi kemacetan.

Petugas ekstra akan menjaga seluruh wilayah di Daop 5 Purwokerto, seperti pada terowongan perlu ekstra waspada karena di dalam terowongan sendiri pada jam-jam tertentu kadang ada kondisi hujan lebat, banjir dan penumpukan longsoran sering terjadi. “Karena itu perlu tenaga ekstra ini untuk memantau,” jelasnya.

Menurut dia, petugas penjaga perlintasan bukan untuk menjaga pintu perlintasan liar, tapi menjaga pintu perlintasan yang sudah ada penjaganya. Di tempat itu, ditingkatkan kewaspadannya karena tingkat kemacetan seperti di Prupuk, Kretek dan di wilayah Kebumen.

“Jika ada kemacetan, satu petugas itu akan mengamankan perjalanan kereta api,” katanya.

Dia menambahkan total jumlah pintu perlintasan yang berada di Daop 5 Purwokerto ada 376 titik diantaranya 70 pintu perlintasan resmi dan dijaga KAI, 18 titik pintu perlintasan dijaga oleh Pemda serta 288 pintu perlintasan tidak resmi atau tidak terjaga.

“Sedangkan untuk perlintasan sebidang yang sudah di buat flyover seperti di Kretek, Dermoleng, Adiwerna, Tol Pejagan dan Kosambi akan dihapus sehingga perjalanan KA dan perjalanan pengguna jalan raya dapat aman,” ucapnya.

Semua Jalur Sudah Siap Dilalui Pemudik

Zombiedefense.org – Hingga saat ini ruas tol Soker masih belum juga selesai digarap. Namun rencananya salah satu jalurnya akan digunakan untuk dilalui pemudik pada musim mudik nanti.

“Ini untuk mengantisipasi penumpukan atau kemacetan di jalur fungsional,” kata Dirlantas Polda Jateng Kombes (Pol) Baharuddin Muhammadsyah di Posko Lebaran pintu Ngasem jalan tol Solo-Kertosono (Soker), Rabu (14/6/2017).

Semua jalur di wilayah Jawa Tengah sudah siap menyambut pemudik, baik jalur utara, tengah, selatan maupun jalan tol.

“Kami sudah cek semuanya, mulai dari Brebes sampai sini. Semuanya sudah siap,” ujar Baharuddin.

Menurut dia, seluruh stakeholder bekerjasama dan berkoordinasi untuk menyiapkan semua kelengkapan menyambur arus mudik Lebaran tahun ini.

“Kelengkapan sudah siap semuanya, tinggal tergantung dari masyarakat. Saya harapkan kepada masyarakat tidak terfokus untuk melewati jalur fungsional,” katanya.

Dia mengatakan sekarang ini pemerintah sudah menyiapkan fasilitas jalan, baik jalur jalan tol, jalur tengah, jalur utara maupun jalur selatan di Jawa Tengah. “Silakan tentukan sendiri jalur yang paling dekat dengan tujuannya,” katanya.

Dia mengimbau pemudik untuk tetap mematuhi aturan lalulintas yang ada. Selain itu, pemudik diminta menyiapkan kondisi fisik dan kesehatan sebelum berangkat mudik. Selanjutnya kondisi kendaraan yang yang akan digunakan juga harus disiapkan dengan baik.

“Siapkan kendaraan dengan prima, bannya, remnya dan semua yang menyangkut kendaraan, siapkan dengan baik. Kemudian siapkan pula kebutuhan makanan di mobil,” pesan dia.

Mengenai BBM di tangki mobil dia meminta mencukupi. Jika mau masuk jalan tol maupun jika tinggal sedikit untuk segera diisi lagi. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan panjang di jalan, sehingga tidak sampai kehabisan BBM.

“Saya harap tidak ada kemacetan lagi karena sudah siap semuanya,” tandasnya.

Baharuddin menambahkan Polda Jateng sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan pada arus mudik dan balik, termasuk keadaan darurat. “Semuanya sudah siap, personil, sarana prasana, sistem, koordinasi sudah siap semuanya. Pada H-10 (lebaran) nanti, kita uji coba jalur tersebut,” pungkasnya.

Napi Buka Bersama Dengan Keluarga

Zombiedefense.org – Kalapas Sukamiskin Dedi Handoko mengijinkan para penghuni lapas Sukamiskin untuk bisa berbuka puasa dengan sanak keluarganya pada puasa tahun ini. Jadwalnya setiap hari kamis, para warga binaan tersebut diperbolehkan untuk menikmati santapan buka puasa bersama keluarga mereka masing-masing.

Selain itu dia juga menerapkan kebebasan untuk para warga binaan yang sedang menjalani puasa di bulan Ramadhan ini.

Selama bulan Ramadan ini, para warga binaan menjadi lebih religus. Bahkan, para warga binaan rutin mengikuti berbagai kegiatan keagamaan yang digagas pihak Lapas.

“Mereka bisa dibilang lebih religius, karena setiap hari kita enggak lepas dari kegiatan agama,” tuturnya.

Kegiatan para warga binaan ini berlangsung sehabis santap sahur hingga malam hari. Selepas santap sahur bersama, para warga binaan mengikuti salat subuh berjamaah.

“Menghabiskan hari, ada kegiatan membaca Al-quran dan mengupas isi Al-quran. Lalu buka puasa bersama, salat tarawih bersama,” katanya.

Saat hari raya Idul Fitri nanti, pihaknya juga memberikan fasilitas kepada warga binaan. Keluarga, diberikan keleluasaan untuk menjenguk warga binaan.

“Kita buka kunjungan dari hari H sampai seminggu. Karena banyak juga yang dari luar Bandung. Sepanjang bisa tertib, aman, dan terkendali,” kata Dedi.