Berniat Mencari Hiburan Karaoke Tetapi Tewas Saat Pegang Mikrofon

 

 

Zombiedefense.org – Seorang laki-laki bernama Ratno (45) warga Dusun Gumining RT 02 RW 04 Desa Terpan, Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur yang tadinya berniat untuk mnghilangkan penat dengan berkaraoke malah akhirnya tewas setelah kesetrum mikrofon yang dipegangnya, Selasa (7/11/2017).

Sebelum peristiwa tersebut, korban berniat untuk istirahat di rumahnya sembari menyalakan sound sistem dan ingin menyanyi karaoke. Tetapi setelah menyalakan sound, dia baru menyadari bahwa perangkat elektroniknya belum lengkap karena belum menggunakan mikrofon.

Sesaat kemudian, tetangganya Dadang Laksono datang menghampirinya untuk menawarkan mikrofon. Ketika mikrofon tersebut dicolokkan ternyata terdapat aliran listrik sehingga menyebabkan Dadang tersengat aliran listrik.

Kemudian secara refleks Dadang melemparkan mikrofon tersebut ke lantai. Gerakan refleks Dadang melemparkan mikrofon ke lantai dianggap hanya berpura-pura untuk mencari perhatian. Kemudian Ratno langsung memungut mikrofon tersebut yang telah dilemparkan oleh Dadang.

Setelah mengambil mikrofon tersebut Ratno juga tersengat arus listrik, kemudian korban terhempas dan seketika meninggal. Keluarga korban enggan melakukan visum pada tubuh korban.

” Keluarga bisa menerima atas kematian Ratno,” ungkap Kasubag Humas, AKP Suwarta.

Lagi-Lagi Para Siswa Sekolah Dasar Terciduk Menghisap Vape

 

 

Zombiedefense.org – Sejumlah siswa sekolah dasar terciduk tengah menghisap vape di Sumberpucung, Kabupaten Malang. Dan parahnya, vape tersebut merupakan karya modifikasi dari para siswa-siswa tersebut.

“Sudah dilakukan pembinaan, orang tua juga dipanggil agar mengetahui perilaku salah dari anak-anaknya,” ungkap Kapolsek Sumberpucung AKP Sri Widya.

Widya mengatakan siswa yang masih duduk di kelas V dan VI tersebut terciduk oleh pihak sekolah tengah menghisap vape. Setelah itu, pihak sekolah melaporkannya ke Babinkamtibmas Polsek Sumberpucung.

“Mereka menghisap rokok elektrik di sekolah, alat hasil modifikasi salah satu siswa yakni dengan pitingan (fitting) lampu yang kemudian dikasih kapas sudah ditetesi Apple Pie, sebuah cairan untuk rokok Vape,” jelas Widya.

Berdasarkan keterangan dari para tersangka penghisap vape tersebut, alat penghisap tersebut merupakan kepunyaan Rehan kemudian bersama-sama dihisap oleh enam temannya itu.

“Kami akan rutin melakukan pembinaan, agar kejadian serupa tak terulang. Dan 7 siswa itu dalam pengawasan,” katanya.

Dari pihak sekolah, kemudian mengamankan alat bukti sebuah botol Apple Pie serta dua buah jepitan lampu yang diberi kapas. Sebelumnya, kasus demikian juga pernah terjadi di Singosari oleh siswa kelas 6 sekolah dasar.

Polisi Datangi Kediaman Pemilik Mobil Yang Nekat Terobos Petugas

 

 

Zombiedefense.org – Pihak kepolisian melacak pengemudi mobil yang berani menerobos ketika Operasi Zebra yang dilakukan di Tangerang. Kediaman pemilik mobil didatangi agar memperoleh kejelasan mengapa berani menerobos serta akan penindaklanjutan kasus tersebut.

“Anggota hari ini baru datang ke rumah tempat pemilik kendaraan tersebut. Alamatnya berdasarkan data dari nomor polisi pemobil,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra.

Dua juga mengungkapkan polisi akan tetap menyidiki alasan pengemudi menerobos jajaran polisi yang tengah melakukan Operasi Zebra. Tidak hanya itu, penyidik juga akan melakukan pengecekan apakah pengendara juga merupakan pemilik mobil.

“Permasalahannya apa kita telusuri dulu,” ungkap Halim.

Sebelumnya, dalam sebuah video yang tersebar di media sosial tampak sebuah mobil berplat nomor B-1021-BZW berwarna putih. Pada postingan beberapa akun juga tertulis kejadian tersebut terjadi ketika polisi sedang melakukan Operasi Zebra di daerah Tangerang.

Mulanya, terdapat empat anggota polisi yang menyetop mobil tersebut. Bahkan pada bagian depan mobil terdapat cone untuk memberhentikan mobil dan menjadi tanda supaya berhenti. Tetapi, pengemudi tetap nekat menghadangnya.

Pengemudi secara perlahan memajukan mobilnya untuk menerobos sampai akhirnya petugas gabungan mengetuk kaca mobil supaya pengemudi untuk keluar dari mobil dan tidak memajukan kendaraannya.

Korban Ledakan Pabrik Kosambi Digaji 40 Ribu Perhari

 

 

 

 

Zombiedefense.org – Seorang korban ledakan pabrik kembang api di Kosambi, Kabupaten Tangerang bernama Epih binti Udin (15) yang telah putus sekolah ketika SMP. Korban telah bekerja di pabrik tersebut dengan gaji hanya Rp. 40 ribu setiap harinya.

“Dia memang putus sekolah ya, nganggur. Mungkin ada yang ngajak temannya, temannya itu korban juga namanya Surnah (14),” ungkap paman Epih, Suwandi, di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dia mengungkapkan mulanya pihak keluarga tidak tahu bahwa Epih kerja di pabrik tersebut, keluarga baru tahu setelah beberapa lama. Suwandi juga mengatakan Epih baru kerja kurang lebih selama dua minggu. Epih juga mengeluh ingin keluar dari kerjaan karena diberi upah hanya sebesar Rp 40.000 perhari.

“Ya mungkin karena gajinya kecil, kalau nggak salah Rp 40.000 sehari. Dia dibayarnya per minggu,” katanya.

Suwandi mengatakan Epih bekerja mulai dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Dia merupakan anak pertama dan mempunyai seorang adik erumur 10 tahun. Sedangkan orang tuanya merupakan seorang karyawan di sebuah pergudangan di Jatimulya dan ibunya bekerja di pergudangan daerah Kosambi.

Suwandi mengungkapkan jenazah keponakannya akan segera dimakamkan malam ini juga di TPU terdekat di Kosambi Tangerang.

“Rencana langsung dari sini langsung dimakamkan, cuma dimakamkan di TPU tanah keluarga di daerah Kosambi,” ungkapnya.

Polisi: Netizen Yang Menyebarkan Video Mesum Mahasiswi Dapat Dikenai Pasal

 

 

Zombiedefense.org – Polisi masih melakukan penyidikan mengenai peredaran video mesum yang diduga menyeret mantan mahasiswa Universitas Indonesia UI). Polisi menyerukan supaya para pengguna media sosial untuk tidak menyebarkan video tersebut.

“Kami imbau agar dihapus saja, karena bisa kena pidana kalau netizen ikut menyebarkan itu melalui media sosial,” kata Kanit Reskrimsus Polresta Depok AKP Firdaus di Kampus UI, Depok, Kamis (26/10/2017).

Firdaus mengungkapkan bagi para penggua media sosial yang tetap nekat meyebarluaskan video tersebut, dapat dikenai pasal berlapi yaitu Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU Pornografi, dengan ancaman hukuman 6 hingga 12 tahun penjara.

“Karena di UU ITE nya juga yang menyebarkan pornografi juga kena pidana. Makanya kami minta jangan disebar bagi yang mempunyai videonya,” tegas Firdaus.

Sedangkan Humas UI Egia Tarigan ketika dimintai informasi megungkapkan bahwa salah satu pemeran adegan meum tersebut bukan lagi mahasiswa di universitas Indonesia.

“Setelah melakukan pengecekan, maka dapat kami sampaikan bahwa nama yang dikaitkan selaku pemeran dalam video tersebut adalah lulusan UI dan sudah tidak lagi menjadi mahasiswa UI sebagaimana tercantum di berbagai judul video,” ungkap Egia.

Tiga Anak Tenggelam Terbawa Arus Deras Sungai Cisadane

 

 

Zombiedefense.org – Tiga orang anak tenggelam ketika berenang di Sungai Cisadane Pintu Air 10, Neglasari, Kota Tangerang, Banten. Ketiganya diduga terbawa arus sungau yang deras ketika pintu ait dibuka sebab debit air mengalami peningkatan.

Mulanya, tiga bocah yang ditaksir baru berumur 13 tahun itu berenang dengan dua temannnya pada Minggu, 22 Oktober 2017. Tetapi, karena terlalu lelah berenang melawan arus yang begitu deras kemudian terbawa arus sungai dan tenggelam.

Seorang saksi mata bernama Sartono, mengungkapkan dirinya melihat lima anak tengah asyik mandi di pinggir sungai ketika dirinya sedang memancing.

“Saya lagi mancing seperti biasa, terus lihat itu lima bocah lagi pada mandi-mandian. Nah, terus mereka pada lari ke bebatuan di sana pas di tengah sungai,” ungkap Sartono.

Sartono juga mengatakan pada pukul 15.00 WIB lima anak tersebut berupaya menyeberang sungai melalui bebatuan. Tetapi, saat tengah berada di tengah-tengah kelima anak tersebut terjatuh.

Ketika kelima anak tersebut terjatuh ke sungai, Sartono mengungkapkan dua dari lima anak tersebut berhasil menyelamatkan diri.

“Pas pada kecebur jadi mereka sambil mandi di tengah itu, karena arus deras kelimanya tercebur. Yang dua berhasil nyeberang dan salah satu dari dua anak yang selamat berusaha menolong temannya, tapi tidak berhasil. Dua yang selamat mengaku warga Kotabumi,” kata Sartono.

Keluarga ketiga korban serta pihak penyidik Polsek Neglasari serta Basarnas Kota Tangerang sampai saat ini masih mencari ketiga anak tersebut.

Disamping itu, Penjaga dan pengawas pintu air 10, Rano mengungkapkan ketika kejadian tiga pintu air tengah dibuka untuk mengalirkan air. Rano mengaku tidak tahu bila ada korban tenggelam di sungai.

“Tiga pintu lagi dibuka pas dengar ada yang tenggelam ditutup dua pintu, dan pada saat kejadian debit air sedang berada di angka 3.180 kubik dari tiga pintu air yang dibuka,” kata Rano.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Sebut Pelapor Anies Belum Move On

 

 

Zombiedefense.org – Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, M Taufik mengungkapkan kelompok yang melaporkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kepada Bareskim Polres belum bisa menerima.

“Itu orang belum move on. Sudah ngapain. Masak tidak sadar-sadar. Ini rakyat Jakarta yang pilih Pak Anies,” ungkap M Taufik.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilaporkan oleh Organisasi Banteng Muda Indonesia (BMI) kepada Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/10/2017) malam.

Gubernur DKI Jakarta itu dilaporkan mengenai isi pidatonya setelah dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota tadi malam yang mengungkapkan kata-kata pribumi. Setelah diberi arahan oleh Polda Metro Jaya kemudian BMI melayangkan laporan ke Bareskrim.

Menurut M Taufik, sebagai warha negara yang baik Anies Baswedan akan menaati peraturan hukum.

“Iya tidak proses saja. Pak Anies taat hukum, proses panggil datang. Nanti juga sadar itu dia,” ungkapnya.

Ketika menyampaikan pidato politiknya, Anies menjelaskan sejarah panjang Republik Indonesia yang ada di Jakarta, seperti peristiwa Sumpah Pemuda, perumusan Garis Besar Republik Indonesia sampai proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Anies mengungkapkan tiap sudut di Jakarta tersimpan sejarah, mulai dari zaman Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia sampai Jakarta yang merupakan cerita perkembangan peradaban manusia.

Menurut Anies, usainya penjajahan yang sempat terjadi di Jakarta hingga ratusan tahun harusnya dijadikan sebagai momentum bagi pribumi melakukan pembangunan serta menjadi tuan rumah yang baik.

“Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan (dijajah). Kini telah merdeka, saatnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Anies.

Anies juga mengatakan kemerdekaan Indonesia diambil dengan usaha yang begitu keras hingga alam kemerdekaan harus dirasakan oleh setiap warga negara.

Seorang Pria Bakar Rumah Tempat Istrinya Selingkuh

 

Zombiedefense.org – Personil gabungan Polsek Tenga menciduk pasangan selingkuhan laki-laki berinisial (60) dan perempuan inisial MT (48) Sbobet, di sekitar Perkebunan Kalimbowan Desa Radey Kecamatan tenga Kabupaten Minahasa Selatan, pada Senin (16/10/2017) dini hari.

“Diamankan pada subuh tadi sekitar pukul 02.00 wita di rumah milik lelaki LT, di wilayah Perkebunan Kalimbowan. Keduanya merupakan warga Desa Radey Kecamatan Tenga,” kata Kapolsek Tenga, Iptu Muhammad Amri.

Iptu Muhammad Amri menambahkan tindakan penggerebekan yang dilakukan oleh anggota kepolisian tersebut merupakan salah satu usaha menindaklanjuti terkait adanya pengaduan dari suami perempuan berinisial MT yang mengeluh dengan kelakuan istrinya itu.

“Kita melakukan penggebrekan terhadap pasangan selingkuhan ini atas dasar laporan pengaduan dari suami dari perempuan MT yakni saudara YM (Yopy),” ungkap Kapolsek Tenga Iptu Muhammad Amri.

Setelah beberapa waktu kedua tersangka perselingkuhan tersebut diamankan oleh polisi, kemudian rumah milik lelaki LT yang dijadikan sebagai tempat perzinahan tersebut kemudian hangus terbakar.

“Untuk kasus pembakaran rumah ini, tersangkanya sudah teridentifikasi yaitu lelaki YM (Yopy) dan MM (Marvel); kasus ini juga nantinya akan dinaikan ke tahap penyidikan,” jelasnya.

Investigasi Penembakan Anggota Brimob Di Blora Jawa Tengah

 

 

 

Zombiedefense.org – Polri sedang melakukan investigasi internal mengenai kasus penembakan anggota Brimob yang tengah menjalankan tugas pengamanan di lokasi pengeboran minyak Sarana Gas Trembul, Dukuh Canggah, Desa Karang Tengah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.

“Investigasi intenal sedang berjalan, motif pribadi stres karena utang,” ungkap Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Tito mengatakan mengenai teknis pemakaian senjata api bagi anggota Polri diatur dalam peraturan internal yang sangat ketat. Selain itu, peraturan Kapolri juga mengatur pertanggungjawaban sampau laporan penggunaan senjata api begitu ketat.

“Ini sesuai prinsip dalam negeri maupun internasional. Peraturan Kapolri mengenai perlindungan HAM untuk anggora masyarakat dari anggota kapolisian,” ungkap Tito.

Menurutnya, bila masih ditemukan pelanggaran maka pihaknya akan memberi sanksi yang tegas.

“Kami hanya berharap insiden tidak membuat publik mengeneralisir soal perilaku anggota Polri keseluruhan, karena di lingkungan Polri ada ribuan yang menggunakan senjata dan tidak ada masalah selama ini. Hanya satu oknum yang melanggar,” ungkap Tito.

Diinformasikan sebelumnya, ada tiga anggota Brimob Kepolisian Daerah Jawa Tengah diduga tewas lantaran tertembak temannya sendiri di Blora, Jawa Tengah, pada Selasa (10/10/2017).

Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono membenarkan peristiwa tersebut dan menjelaskan kronologi peristiwa yang dialami anggotanya itu.

“Kami sampaikan bahwa memang betul, kemarin sekitar pukul 18.00 WIB terjadi penembakan anggota Brimob kepada rekannya sendiri,” ungkap Condro, di Akademi Kepolisian RI, Semarang, Jawa Tengah.

Tempat penembakan tersebut ada di pengeboran sumur minyak PT Sarana Gas Trembul (SGT) 01 di Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Lokasi di pengeboran minyak eksplorasi SGT 01, Blora Jawa Tengah,” kata mantan Kakorlantas Polri.

Seorang Kakek Cabuli Anak Di Bawah Umur Di Pulogadung

 

 

 

Zombiedefense.org – Seorang kakek berusia 57 tahun ditangkap oleh Jajaran Unit Reskrim Polsek Pulogadung, Jakarta Timur yang telah melakukan tindakan pencabulan terhadap anak di Kelurahan Pisangan Timur. Kakek yang bernama Tarmo tersebut ditangkap pada dini hari tadi setelah bersembunyi di kawasan Majalengka, Jawa Barat.

“Alhamdulillah sudah ditangkap dini hari tadi sekitar jam 03.00 WIB di Majalengka,” ungkap Kapolsek Pulogadung Kompol Sukadi.

Sukadi mengatakan bahwa Tarmo kabur dan bersembunyi di rumah istrinya setelah diamankan oleh warga pada Jumat 6 Oktober kemarin. Ketika itu, kasus pencabulan anak dibawah umur itu belum sampai kepolisian dan hanya diselesaikan dengan jalan kekeluargaan di rumah Ketua RT setempat.

“Kami tangkap setelah kemarin sore keluarga korban resmi membuat laporan kepolisian,” katanya.

Tarmo diketahui merupakan warga asli Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur. Sedangkan istrinya sekarang ini tinggal di kampung halamannya di Majalengka.

Tarmo dalam kesehariannya berprofesi sebagai kuli bangunan di Jakarta. Dia diketahui memang dekat dengan anak kecil di lingkungan sekitar Pulo Gadung, Jakarta Timur. Tetapi kedekatannya terhadap anak kecil justru disalahgunakan untuk melakukan tindakan asusila.

Dan dari tindakannya tersebut, Tarmo dikenai pasal Pencabulan Anak dan sekarang Tarmo diamankan di Mapolsek Pulogadung, Jakarta Timur dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka kami jerat Pasal 82 UU No 35 Tahun 2014 Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun maksimal 15 tahun,” kata Sukadi.

Sebelumnya, korban yang masih bocah berinisial F (9) dan D (6) belakangan ini terlihat murung dan sering menangis ketika didekati oleh warga.