Viral: Jalan Di Queensland Dikuasai Ular Sanca

Zombiedefense.org – Ular panjang jenis sanca, mendadak viral setelah mengusai jalanan Queensland dan menghadang dua petugas kepolisian Queensland.

Media Sosial Queensland, mendadak dihebohkan dengan kemunculan foto ular besar yang menghadang petugas kepolisian. Ular sanca panjang tersebut ditemukan pada saat malam hari oleh Kepolisian Queensland (QPS) di sekitar wilayah Wujal Wujal.

Semenjak pihak QPS memosting foto ular tersebut di halaman Facebook miliknya. Sudah bisa menyedot perhatian warganet sebanyak 10.000 dan telah 13.000 kali dishare oleh para warganet. Reaksi para Netizen pun beragam, ada yang takut dan ada yang kagum.

Menanggapi tindakan kepolisian yang tidak ceroboh dalam menghadapi ular besar itu, sebuah sanjungan dikatakan langsung oleh David Walton dari kelompok Cairns Snake Removals.

“Jika mereka memutuskan untuk menyentuhnya atau mengganggu secara fisik, maka Anda membahayakan diri sendiri,” ujar Walton.

“Tentu jika Anda mencoba mengambilnya atau meraihnya atau menyodoknya dengan tongkat yang bisa mereka ayunkan dengan cukup cepat dan jika ia mencengkeram Anda, Anda berada dalam masalah.”

Walton menambahkan, kemungkinan ular tersebut sedang menanti akhir hidupnya. Pasalnya di daerah itu jarang sekali ular besar menampakan wujudnya.

“Saya selalu terkesan saat melihat ular besar seperti itu,” ujar Walton.

“Belakangan ini, kami tak melihat mereka sebesar itu di area seperti ini, karena cukup mudah untuk bermunculan jika mereka sebesar itu.”

“Agar seekor ular cukup beruntung bisa hidup cukup lama untuk mencapai ukuran itu, sungguh cukup langka, karena mereka sering dilindas atau ditangkap atau dibunuh.”

Ular sanca sendri dikatakan bisa mencapai panjang delapan meter, mengetahui hal tersebut tentu dua petugas itu tak bisa mengabaikannya begitu saja.

“Tak ada tanda berhenti yang kami bawa di kendaraan polisi sampai ular sanca ini di posisi bagus dan siap bergerak,” ucap para petugas.

“Tak menyukai kehadiran polisi, ular sanca itu berjalan cepat keluar jalanan sehingga petugas bisa melanjutkan perjalanan mereka.”

Fredrich Yunadi Mengundurkan Diri Sebagai Kuasa Hukum Setnov

 

 

Zombiedefense.org – Sesudah Otto Hasibuan secara resmi mengundurkan diri sebagai pengacara tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto, kuasa hukum Setnov yang lain juga ikut mengundurkan diri yakni Fredrich Yunadi.

“Bukan hanya Pak Otto, saya juga mengundurkan diri. Kan sama,” kata Fredrich Yunadi di Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Fredrich Yunadi mengungkapkan bahwa dirinya bersama Otto merupakan kesatuan tim. Sehingga bila salah satu mundur maka keduanya pun mudur.

Meskipun demikian, dia tidak akan melakukan apa yang dilakukan Otto Hasibuan dengan memberikan surat pengunduran dirinya sebagai kuasa hukum Setya Novanto pada KPK.

“Saya kan enggak perlu serahkan. Saya enggak ada urusan sama KPK. Itu kan urusan saya sama klien. Masa sama KPK. KPK kan enggak perlu ikut campur dan saya enggak ada kewajiban lapor. Kalau Bang Otto mau kasih tahu KPK kan urusan beliau,” kata Fredrich Yunadi.

Fredrich Yunadi tidak mau mengungkapkan alasannya mundur sebagai kuasa hukum Setnov. Ketika memberitakan pada Setya Novanto pun dia bersama Otto Hasibuan secara langsung menemui ketia DPR RI itu.

“Enggak ada, enggak ada alasan,” ungkapnya.

Kemenag Jelaskan Mengenai Soal UAS MA Bahas Khilafah

 

 

 

Zombiedefense.org – Materi soal UAS Madrasah Aliyah (MA) mengenai khilafah yang sekarang tengah viral di sosial media ditanggapi oleh Kementerian Agama (Kemenag) bahwa tidak terdapat kesalahan apapun. Menurut Kemenag, materi khilafah memang diajarkan di Madrasah Aliyah kelas XII.

“Memang dalam Kurikulum 2013 untuk mapel (mata pelajaran) Fiqh di Madrasah Aliyah Kelas XII terdapat bahasan tentang Khilafah,” ungkap Kepala Biro Humas Kemenag, Mastuki.

“Dalam buku ajar yang Kemenag terbitkan, bahasan itu diterjemahkan ‘Sistem Pemerintahan dalam Islam’,” terangnya.

Mastuki mengungkapkan pada pembahasan di buku tersebut dipaparkan terkait pembentukan khilafah dalam sejarah Islam ada pada masa Khulafaur Rasyidin hingga kerajaan Turki Utsmani. Ada pula pemaparan terkait siyasah sayar’iyah, hukum dan hikmah pemerintahan Islam.

“Selain itu, dibahas pula syarat-syarat kepemimpinan dalam Islam (terutama sifat adil), sistem politik dalam Islam, dan lain-lain. Jadi, jangan kacaukan dengan pemaknaan khilafah yang bias saat ini,” ungkap Mastuki.

“Dalam ilmu siyasah syar’iyah (politik Islam), konsep khilafah menjadi salah sati topik di berbagai buku/kitab yang ditulis para ulama’. Namun pemaknaan khilafah di sini sangat bervariasi, tidak dan bukan sistem politik yang bermakna tunggal, bahkan sejak era Khulafa’ur Rasyidin,” katanya.

Menurutnya, pada zaman modern yang mana negara-negara islam memilih memakai sistem republik, juga perlu memahami sejarah tata pemerintah dan politik islam.

“Pada era modern, sejumlah negara dengan mayoritas warga negaranya memeluk Islam ada yang memilih sistem republik, kerajaan, atau republik demokratik dan lain-lain. Jadi dengan memahami sejarah demikian siswa akan luas perspektifnya tentang tata pemerintahan dan politik dalam Islam (siyasah syar’iyah),” ungkapnya.

MA yang dimaksud pada soal UAS yang tersebar luas di media sosial berada di wilayah Kalimantan Selatan dan tertulis tanggal 5 desember 2017.