Jonru Ginting Ditahan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Ujaran Kebencian

 

 

Zombiedefense.org – Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menahan seorang penggiat media sosial bernama Jonru Ginting. Penahanan tersebut dilakukan karena Jonru telah ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian di media sosial.

“Ya, begitu, betul (ditahan),” ungkap kuasa hukum Jonru, Djuju Purwanto di Jakarta.

Djuju mengungkapkan penahanan yang dilakukan pada Jonru setelah dia diperiksa oleh penyidik. Setelah pemeriksaan, Jonru kemudian statsya ditingkatkan sebagai tersangka dan diamankan di Mapolda Metro Jaya.

“Pemeriksaannya dari sore kemarin itu sampai lewat tengah malam. Sekitar jam 2 atau setengah 3 dini hari,” tuturnya.

Djuju menganggap penahan terhadap kliennya itu terlalu dipaksakan. Karena, penyidik dinilai terlalu terburu-buru meningkatkan status Jonru sebagai tersangka setelah pemeriksaannya sebagai saksi terlapor.

“Terlalu subjektif, karena hanya gara-gara sangkaannya Pasal 28 ayat 2 UU ITE, ancamannya kan di atas 5 tahun. Kalau sudah seperti itu selalu penyidik jadi memiliki keputusan yang sangat represif, luar biasa dan subjektif,” kata Djuju.

Jonru Ginting pernah mangkir penggilan Polda Metro Jaya pada Senin, 25 September 2017 terkait postingannya yang dinilai sebagai ujaran kebencian. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan surat panggilan tersebut sudah dikirimkan pada Minggu, 24 September.

Jonru Ginting dilaporkan oleh seorang pengacara bernama Muannas Alaidid terkait dengan postingannya. Kuasa hukum Muannas, Ridwan Syaidi Tarigan mengungkapkan laporan tersebut dilakukan karena akun tersebut sudah menyebarkan konten yang berbau fitnah pada kliennya.

“Pada intinya fitnah mengatakan klien kita ini anak pimpinan PKI, ini fitnah besar, ujaran kebencian,” ungkap Ridwan.

Leave a Comment

(0 Comments)

Your email address will not be published. Required fields are marked *