Calon Jamaah Haji Membawa Kerikil Dan Disita Petugas

 

 

Zombiedefense.org – Seorang calon jamaah haji asal Malang bernama Usman Yasir, membawa sekantong batu kerikil untuk digunakan nanti ketika melempang jumroh di Tanah Suci. Usman merupakan salah satu kelompok terbang 38 Embarkasi Surabaya.

“Saya bawa kerikil untuk siap-siap jika tidak menemukan kerikil di sana, jadi tidak perlu mencari lagi,” katanya di Asrama Haji Surabaya.

Dia mengatakan mengumpulkan kerikil di sekitar rumahnya, kemudian ditaruh dalam sebuah kantong plastik dan dimasukkan ke tas yang akan dibawanya. Tetapi, ketika melakukan proses pemeriksaan sterilisasi di Asrama Haji oleh aparat bea dan cukai Bandara Juanda bungkusan yang berisi kerikil tersebut disita oleh petugas.

“Ya tidak apa-apa disita, soalnya saya bawa kerikil ini karena tidak tahu. Saya hanya khawatir tidak ada di sana,” kata Usman.

Sementara itu, Wakil Sekretaris I Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sutarno Pertowiyono membetulkan pihak petugas dengan menyita batu kerikil milik calon jamaah haji dan memulangkannya ke petugas daerah.

“Sesuai aturan berlaku, apapun barang larangan yang dibawa calon haji disita dan dikembalikan ke petugas daerah untuk selanjutnya diserahkan ke keluarga calon haji yang bersangkutan,” katanya.

Mengenai batu kerikil pihaknya sudah sering mengingatkan kepada petugas yang ada di daerah serta ke calon jamaah haji tidak boleh membawa kerikil karena sudah disediakan di Tanak Suci.

“Batu untuk melontar jumroh di sana sudah banyak dan tidak perlu khawatir. Kami selalu mengimbau, termasuk saat proses manasik di daerah masing-masing,” tuturnya.

Dengan kejadian ini berarti sudah terdapat dua orang yang membawa kerikil setelah calon jamaah haji kloter 36 dari Banyuwangi yang sempat dipergoki membawa kerikil di tasnya dan dengan alasan sama.

Leave a Comment

(0 Comments)

Your email address will not be published. Required fields are marked *