Begini Penjelasan Ilmiah Mengenai Hujan Satu Rumah di Tebet

 

 

Zombiedefense.org – Sebuah video yang diupload oleh akun @febicil membuat heboh warganet, video tersebut memperlihatkan fenomena alam yang terjadi di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Fenomena hujan yang hanya mengguyur satu rumah dan disamping kanan dan kirinya tidak basah sama sekali sehingga membuat para warganet terheran-heran.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Hary Tirto Djatmiko menanggapi mengenai fenomena alam tersebut menurutnya kejadian tersebut bisa saja terjadi.

“Jika ditinjau dari sisi fenomena cuaca hujan lokal, bahkan sangat lokal dimungkinkan terjadi. Namun dengan syarat dan ketentuan berlaku di mana parameter cuacanya terpenuhi,” ungkapnya.

Hary juga menjabarkan determasi yang harus dipenuhi supaya terjadi hujan lokal. Menurut dia hujan lokal terjadi tergantung dari berbagai faktor diantaranya penguapan, suhu, dan kelembaban udara. Selain itu, kecepatan angin dan awan juga mempengaruhi adanya hujan lokal tersebut

“Fenomena tersebut bisa terjadi pada masa transisi/pancaroba maupun musim kemarau, biasanya terjadi antara siang dan menjelang malam dengan durasi singkat (tidak lama),” kata Hary.

Dia juga menjelaskan beberapa waktu belakangan cuaca diselimuti angin kencang di atas rata-rata. dan keadaan ini menyebabkan potensi pembentukan awan hujan sangat kecil.

“Jadi ada syarat parameter cuaca tidak terpenuhi yaitu angin kencang dan kelembaban yang relatif cukup lemba, sehingga kemungkinan kecil sekali dan sulit terjadi kalau kejadian sifatnya alami,” jelasnya.

Korban Penipuan First Travel Masih Tidak Percaya Ditipu

 

 

Zombiedefense.org – Korban First Travel masih saja terus berdatangan ke gedung Crisis Center untuk melaporkan dugaan penipuan umrah murah. Para korban ada yang datang sendiri maupun berkelompok ditemani oleh keluarga. Tetapi, laporan para korban tertunda karena gedung tersebut beroperasi hanya pada hari kerja saja.

Pada hari Sabtu (26/8/2017) siang, korban yang datang hanya disambut oleh petugas jaga yang siap sedia di depan gedung siaga Bareskrim Polri di Jakarta Pusat.

“Mohon maaf Bapak, Ibu, hari ini Crisis Center tutup. Ini (Crisis Center) hari kerja bukanya, kembali lagi saja besok Senin ya,” kata petugas jaga.

Saiful Anwar, salah satu korban First travel mengatakan tidak tahu bila Crisis Center tutup. Dia mengaku terpengaruh ikut melaporkan dugaan penipuan setelah ramai di media massa.

“Saya lihat ramai yang laporkan. Saya juga kepingin uang balik. Saya baru ada waktu hari ini. Saya ngojek, ” ungkap Saiful.

Saiful ditemani istrinya datang ke gedung Crisis Center pada pukul 12.00 WIB. Dengan wajah penuh harap setelah hampir dua tahun menunggu diberangkatkan ke Tanah Suci. Dia masih belum percaya ditipu oleh First Travel.

“Masih enggak percaya, Mas, kayak mimpi saja. Apalagi saya dijanjikan September atau enggak Oktober ini berangkat, ” katanya.

Semenjak beroperasi pada 16 Agustus lalu, sudah ada sekitar 6000 aduan yang telah masuk ke Crisis Center First Travel di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat.

Pihak penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri sudah menetapkan tersangka atas kasus tersebut yaitu pasangan suami-istri Andika dan Anniesa Hasibuan.

Penyidik juga telah menyegel segenap aset milik ketiga tersangka penipuan. Antara lain seperti rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, butik di Kemang, mobil mewah dan lainnya.

Pengusaha Hotel Asal Mesir Ikut Rugi Akibat First Travel

 

 

Zombiedefense.org – Sekarang ini semakin banyak bermunculan korban-korban baru terkait kasus penipuan travel murah First Travel, dan tidak hanya jamaah di Indonesia saja tetapi seorang pengusaha dari Mesir pun merasakannya. Sekarang ini pengusaha asal Mesir tersebut sedang berada di Jakarta untuk mengurus utang-piutang dengan pemilik First Travel, Andika Surachman yang telah menjadi tersangka.

Pengusaha yang bernama Ahmed Saber Amin tersebut mengatakan telah bekerja sama dengan First Travel sejak tahun 2015. Pengusaha yang bergerak dalam bidang perhotelan ini mengatakan First Travel telah berhutang padanya sampai puluhan miliar.

“Pada 2015, First Travel membayar dengan baik. Tahun 2016, mulai tersendat dan mulai menumpuk utang. Hingga kini, First Travel telah berutang hampir US$ 2 juta (Rp 25 miliar),” ungkap Ahmed Saber di Kawasan Kelapa Gading.

Ahmed pernah mendapatkan peringatan dari beberapa pengusaha travel umrah lain di Indonesia supaya lebih berhati-hati dalam berbisnis dengan First Travel. Karena harga umrah yang ditawarkan First Travel sangatlah murah, tetapi pihak First Travel selalu dapat meyakinkan dirinya.

“Jangan percaya dengar omongan miring tentang First Travel. Mereka cuma iri. Saya berani pasang harga murah, karena saya mengejar keuntungan dari jumlah konsumen yang besar,” kata Saber.

Ahmed mengungkapkan utang First Travel hingga Rp 25 miliar digunakan untuk membayar sewa hotel dan jasa transportasi selama di Madinah dan Mekah. Ahmed sendiri memiliki sembilan hotel di Mekah dan Madinah.

“Selebritas-selebritas Indonesia yang dibawa First Travel untuk umrah akan menginap di hotel-hotel mewah seperti Intercontinental itu,” ungkapnya.

Sekarang ini Ahmed Saber masih menunggu pertanggungjawaban dari pihak Andika Surachman di Jakarta. Dia menginginkan bila tidak dapat melakukan pembayaran setidaknya dapat memperoleh aset milik First Travel sebagai ganti ruginya.

Seorang Remaja Menghina Jokowi dan Kapolri Tertangkap Polisi

 

 

Zombiedefense.org – Aksi hinaan dan kata-kata kebencian terhadap Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jendral Tito Karnavian yang dilontarkan Muhammad Farhan Balatif di media sosial kini akan diproses dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Sekarang ini dirinya telahy dijadikan sebagai tersangka oleh kepolisian setelah melakukan pemeriksaan di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara.

“Statusnya sudah ditingkatkan menjadi tersangka,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting.

Muhammad Farhan Balatif alias Ringgo diciduk oleh polisi pada Jumat, 18 Agustus 2017 lalu di Jalan Bono No 58 F Medan Timur, Medan. Sebagai barang bukti, polisi membawa sejumlah peralatan yang diduga digunakan oleh Ringgo untuk melakukan aksinya. Polisi menyita sebuah Laptop, sebuah flashdisk 16 Gb yang berisi gambar-gambar Presiden Jokowi yang telah diedit, 3 buah handphone, sebuah router merk Huawai berwarna putih dan sebuah reuter merk Zyxel berwarna hitam.

Dari aksinya yang menghina Presiden Jokowi dan Kapolri Jendral Tito Karnavian tersebut dia akan terjerat pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 subs Pasal 27 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Untuk menyingkap hasil penyidikan kasus penghinaan Jokowi, penyidik akan mengungkapkannya dalam jumpa pers yang akan diadakan pada Senin 21 Agustus 2017.

“Rencana besok jam 10.00 akan dipaparkan di Polrestabes Medan,” kata Kombes Rina Sari.

Uji Coba Penerbangan Pesawat N219 Karya Anak Bangsa

 

 

Zombiedefense.org – Uji coba penerbangan pertama Purwarupa pesawat pertama N219 karya anak bangsa dari PT Dirgantara Indonesia (Persero) dilakukan di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara, Jalan Padjadjaran Nomor 154, Kota Bandung, Rabu (16/8/2017).

Pada pukul 09.10 WIB tadi pagi uji coba penerbangan pertama pesawat tersebut dan dilihat langsung oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, Direktur Jenral Perhubungan Udara Agus Santoso, Dirut PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso serta seluruh deretan Direksi dan Dewan Komisaris PT DI.

Dikutip dari Antara, uji coba tersebut dilaksanakan setelah mendapat sertifikat dari Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasionalan Pesawat Udara Kementerian Perhubungan untuk purwarupa pesawat N219.

Uji penerbangan pesawat ini dilakukan oleh pilot Kapten Esther Gayatri Saleh dan ko-pilot Kapten Adi Budi Atmoko, dan pilot Esther ini merupakan pilot wanita yang dispesialisasikan sebagai penguji coba pesawat baru.

Selain itu, pada uji coba penerbangan ini Ir Yustinus K diikut sertakan dan bertugas sebagai Flight Test Engineer untuk memastikan setiap tahap uji penerbangan dilakukan dengan baik dan benar serta terjamin faktor keselamatannya.

Uji penerbangan purwarupa pesawat N219 ini dilaksanakan sekitar 20 menit dengan rute di kawasan Batujajar dan Waduk Sanguling. PT DI mengembangkan pesawat model turboprop (baling-baling) yang dimanfaatkan untuk penerbangan komersial jarak pendek.

Kementrian Agama Rancang Posko Pengaduan Bagi Korban First Travel

 

 

Zombiedefense.org – Penyidik telah menetapkan pemilik PT. First Anugerah Karya Wisata atau First Travel Andika Surachman dan istrinya Annesia Desvitasari Hasibuan sebagai tersangka, atas dugaan penipuan terhadap 35 ribu jamaah umrah yang sampai saat ini gagal berangkat ke Tanah Suci.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama, Mastuki HS mengatakan ada rancangan penyusunan crisis center yang akan ditangani oleh pihak yang terkait seperti Bareskrim. Crisis center tersebut nantinya akan digunakan untuk pengajuan aduan para calon jamaah. Karena menurut Mastuki, calon jamaah tidak hanya pada wilayah Jakarta saja, tetapi menyebar pada seluruh wilayah Tanah Air.

“Sebab ada yang menginginkan agar Kementerian Agama itu membuat posko-posko di luar daerah,” kata Mastuki di Menteng, Jakarta Pusat.

Sedangkan pengacara korban penipuan itu, Aldwin Rahardian mengatakan Kemenag harus bertanggunga jawab serta menyediakan fasilitas bagi korban dan mencabut perizinan First Travel.

“Jadi Kepolisian dan Kemenag dapat mendata sebenarnya jumlah real korban ini berapa, kerugian berapa. Sehingga dapat dikembalikan haknya, begitu teknisnya,” kata Aldwin.

Penangkapan pemilik First Travel ini karena banyaknya aduan dari korban yang merasa tertipu. Korban telah membayar biaya perjalanan umrah tetapi tidak kunjung berangkat ke Tanah Suci.

Pasangan suami istri ini ditangkap pada Rabu, 9 Agustus 2017 di kompleks gedung Kementerian Agama, Jakarta setelah melakukan konferensi pers di tempat tersebut.

Dan dari penyidikan polisi, tersangka berhasil mengantongi uang senilai Rp 550 miliar dari para nasabah sehingga merugikan para calon jamaah umrah First Travel.

“Jumlah jemaah yang sudah mendaftar dan membayar itu 70 ribu orang, cukup besar ya. Dan hanya 35 ribu yang berangkat. Sisanya 35 ribu jemaah tidak bisa berangkat dengan berbagai alasan,” ujar Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri di Jakarta.

Calon Jamaah Haji Membawa Kerikil Dan Disita Petugas

 

 

Zombiedefense.org – Seorang calon jamaah haji asal Malang bernama Usman Yasir, membawa sekantong batu kerikil untuk digunakan nanti ketika melempang jumroh di Tanah Suci. Usman merupakan salah satu kelompok terbang 38 Embarkasi Surabaya.

“Saya bawa kerikil untuk siap-siap jika tidak menemukan kerikil di sana, jadi tidak perlu mencari lagi,” katanya di Asrama Haji Surabaya.

Dia mengatakan mengumpulkan kerikil di sekitar rumahnya, kemudian ditaruh dalam sebuah kantong plastik dan dimasukkan ke tas yang akan dibawanya. Tetapi, ketika melakukan proses pemeriksaan sterilisasi di Asrama Haji oleh aparat bea dan cukai Bandara Juanda bungkusan yang berisi kerikil tersebut disita oleh petugas.

“Ya tidak apa-apa disita, soalnya saya bawa kerikil ini karena tidak tahu. Saya hanya khawatir tidak ada di sana,” kata Usman.

Sementara itu, Wakil Sekretaris I Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sutarno Pertowiyono membetulkan pihak petugas dengan menyita batu kerikil milik calon jamaah haji dan memulangkannya ke petugas daerah.

“Sesuai aturan berlaku, apapun barang larangan yang dibawa calon haji disita dan dikembalikan ke petugas daerah untuk selanjutnya diserahkan ke keluarga calon haji yang bersangkutan,” katanya.

Mengenai batu kerikil pihaknya sudah sering mengingatkan kepada petugas yang ada di daerah serta ke calon jamaah haji tidak boleh membawa kerikil karena sudah disediakan di Tanak Suci.

“Batu untuk melontar jumroh di sana sudah banyak dan tidak perlu khawatir. Kami selalu mengimbau, termasuk saat proses manasik di daerah masing-masing,” tuturnya.

Dengan kejadian ini berarti sudah terdapat dua orang yang membawa kerikil setelah calon jamaah haji kloter 36 dari Banyuwangi yang sempat dipergoki membawa kerikil di tasnya dan dengan alasan sama.